Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan
Jumat, 24 Januari 2014
5 Tips Agar Sepeda Motor Tidak Mogok Saat Melewati Banjir
Banjir yang terjadi di sejumlah titik di daerah Ibu Kota, membuat banyak pengguna motor terpaksa harus menerobos genangan air yang cukup tinggi. Akibatnya banyak motor-motor yang mogok karena mesin motor tersebut kemasukan air, dan mereka pun harus mengeluarkan ongkos untuk membersihkannya.
Nah, oleh karena itu, palingseru.com akan berbagi sedikit tips untuk menangani masalah ini. Berikut ini ada beberapa cara agar sepeda motor tidak mogok saat melewati genangan air.
1. Jangan berhenti ditengah jalan
Pastikan motor kamu terus melaju saat melewati genangan air yang cukup tinggi, karena kesempatan air untuk masuk ke dalam mesin akan lebih besar jika kamu berhenti ditengah genangan air. Dan pastikn juga saat itu gas dalam keadaaan stabil, tidak naik-turun.
2. Posisikan perseneling pada gigi satu
Saat menerjang genangan air yang cukup tinggi, kamu harus menggunakan gigi satu agar tarikan lebih ringan untuk menghindari masuknya air dalam knalpot.
3. Untuk motor transmisi otomatis, putar gas konstan
Jika motor yang kamu gunakan adalah motor skutik, maka putarlah gas secara konstan, dan jangan memutar gas terlalu tinggi saat menerjang banjir. Jika harus mengerem, pastikan kamu tidak mengerem mendadak, atur rem pelan-pelan untuk menghidari air masuk ke dalam mesin.
4. Gunakan jasa gerobak angkut
Jika genangan air sudah semakin parah, maka sebaiknya kamu menggunakan jasa gerobak angkut. Itu cara lebih baik untuk menghindari mogok.
5. Cari jalan lain
Cara yang satu ini adalah cara yang paling efektif, jika ada jalan lain yang bisa ditempuh apa salahnya kamu menempuh jalan yang tidak berisiko.
Itulah tips yang yang kami bagikan untuk pengguna motor saat melewati genangan air.
Sumber
Sabtu, 23 Maret 2013
7 Cara Untuk Mencari Arah Tanpa Menggunakan Kompas

Bepergian ke tempat asing, terutama hutan atau gunung, mengharuskan traveler untuk membawa kompas. Sayangnya, keberadaan benda yang satu ini sering terlupakan, bingung menentukan arah jika tersesat pun bisa membayangi Anda. Untuk menentukan arah mata angin, kompas memang sangat diperlukan. Tapi bagaimana kalau Anda lupa membawanya saat berada di tengah hutan?
Agar dapat kembali ke tujuan semula, ikuti 7 tips cara menentukan arah tanpa menggunakan kompas. Inilah cara mudah menentukan arah tanpa menggunakan kompas:
1. Jarum/Silet di permukaan air

Ada cara yang paling umum digunakan seseorang untuk menentukan arah, yaitu membuat kompas sederhana. Caranya mudah, hanya bermodalkan jarum atau silet yang digosok ke permukaan kering, dan ditusukkan ke gabus. Gabungan silet dan gabus kemudian diletakkan di atas permukaan air, sehingga terlihat mengapung. Ujung silet atau jarum pada kompas sederhana ini selalu menunjuk ke arah utara atau selatan.
2. Melihat kuburan Islam dan Kristen

Jika berada di suatu pedesaan yang asing dan tersesat di sana. Anda bisa menentukan arah dengan melihat kuburan. Kuburan Islam dan Kristen selalu menunjukkan arah utara-selatan. Bagian nisan atau kepala yang selalu menghadap ke barat. Jadikanlah ini sebagai patokan dasar. Eits, tapi ingat, ini hanya berlaku di wilayah Indonesia saja.
3. Masjid/Musholla

Jika tidak menemukan kuburan, Anda bisa mencari tempat ibadah, seperti masjid. Anda bisa memanfaatkan arah kiblat atau arah sholat umat muslim. Di Indonesia, masjid selalu menghadap ke arah barat, karena ka'bah yang dijadikan kiblat umat muslim berada di barat Indonesia. Manfaatkan ini sebagai patokan dasar menentukan arah selanjutnya.
4. Melihat jam dan posisi matahari

Saat tersesat di suatu tempat tertutup seperti hutan, ada kalanya Anda sulit menentukan arah tanpa adanya kompas. Tapi jangan terburu panik, cobalah tenang dan lihat jam saat itu, kemudian lihat ke arah matahari. Penulisan 12 jam yang membulat mengikuti arah pergerakan matahari yang terbit dari timur dan tenggelam di barat. Jadi, setelah melihat jam, segera menghadap ke matahari. Jadikan posisi matahari yang terbit di barat sebagai patokan dasar. Anda pun bisa menentukan arah selanjutnya dengan menggunakan jam tangan.
5. Bayangan benda

Jika tersesat pada siang hari, lihatlah ke arah bayangan benda. Sama seperti menentukan arah dengan jam, letakkan benda tegak di permukaan tanah. Pada siang menuju sore, bayangan benda umumnya condong ke barat. Sebaliknya, jika tersesat pagi menjelang siang, bayangan benda umumnya condong ke arah timur.
6. Memanfaatkan pohon

Nah, untuk Anda yang tersesat di kawasan penuh pepohonan, cobalah cari pohon yang berbatang besar. Perhatikan setiap sisi batang pohon ini. Sisi pohon berbatang besar yang terkena sinar matahari dan tidak berlumut menunjukkan arah barat/timur. Jika tersesat pada malam hari, coba raba sisi pohon berbatang besar ini, dan rasakan suhunya. Cari sisi pohon yang terasa paling hangat. Sisi ini menunjukkan arah barat.
7. Kelompok bintang Orion menunjukkan arah barat

Hal yang paling menakutkan adalah tersesat di daerah asing pada malam hari. Saat itu penerangan sangat minim, ditambah tidak adanya kompas, bisa membuat siapa saja panik. Tapi coba manfaatkan keindahan alam lewat taburan bintang di langit. Carilah rasi bintang orion. Rasi bintang ini merupakan perpaduan 3 bintang terang. Jika dipadukan, ketiganya membentuk mirip ekor kalajengking dan selalu menunjuk ke arah barat.
Rabu, 02 Januari 2013
Tips Menangkal Radiasi HandPhone
Hp memang sudah tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Hampir semua orang memiliki hp, dari anak kecil hingga dewasa. Dari tukang becak sampai Presiden. Namun ada beberapa hp yang memiliki radiasi yang cukup tinggi. Terutama Blackberry.
Ada beberapa tips untuk menagkal radiasi Hp. Hasil penelitian terbaru dari WHO mengungkapkan bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak. Radiasi ponsel dikategorikan sama dengan zat karsinogenik berbahaya seperti timbal, asap knalpot, dan kloroform.
1. Gunakan Headset
Inilah cara yang paling mudah untuk menangkal ancaman radiasi ponsel. Tentu saja, kita tidak bisa menolak untuk menerima panggilan telepon. Namun jika Anda masih khawatir, ada baiknya menggunakan headset. Intinya adalah telepon genggam Anda, tidak terlalu dekat dengan otak.
2. Kurangi Bluetooth dan Headset Wireless
Menggunakan headset bisa menjadi pilihan untuk mengurangi radiasi ponsel. Namun ingat, pilih headset yang konvensional alias yang masih menggunakan kabel untuk terhubung dengan ponsel. Jangan menggunakan headset wireless. Fitur bluetooth di ponsel juga jangan terus menerus diaktifkan, gunakan seperlunya.
3. Speakerphone
Menggunakan speaker ketika bertelepon juga bisa menjadi pilihan. Namun tentu saja, ada rasa kurang nyaman ketika hal ini dilakukan di tempat publik. Tapi setidaknya, Anda tidak harus menempelkan ponsel di kepala ketika bertelepon. Jadi pilihan ini mungkin bisa digunakan ketika Anda tengah berada di tempat privat seperti di rumah.
4. Casing Penahan Radiasi
Kekhawatiran radiasi ponsel belakangan memunculkan casing berkemampuan khusus yang diklaim bisa meminimalisir hantaran radiasi yang berasal dari ponsel. Jika dirasa diperlukan, mungkin Anda bisa mencarinya di pertokoan.
5. Sudut Ruangan
Hindari menerima telepon di sudut ruangan. Sudut ruangan yang biasanya sepi namun di sisi lain terkadang juga menjadi tempat di mana sinyal telepon menjadi lemah. Nah, sinyal yang lemah justru dikatakan memicu radiasi yang lebih tinggi. Hal ini berlaku pula di area yang sempit/kecil seperti lift.
6. Jangan Selalu Menempel
Ponsel yang Anda gunakan boleh saja menjadi gadget kesayangan, namun untuk kesehatan yang lebih baik, ada baiknya Anda jangan selalu nempel dengan ponsel tersebut. Ponsel yang tidak digunakan direkomendasikan ditaruh di tas atau di atas meja. Hal ini dikatakan lebih baik ketimbang ditempatkan di kantong celana.
7. Diam Kala Menelpon
Ketika menerima telepon sebaiknya Anda tidak berjalan-jalan. Pasalnya, dalam keadaan bergerak maka sinyal ponsel akan terus mencari pancaran sinyal yang kuat dari base transceiver station (BTS). Aktivitas ini justru akan menguatkan radiasi.
8. Gunakan Dua Telinga
Hindari penggunaan satu bagian telinga ketika bertelepon. Misalnya, selalu menerima telepon dengan telinga bagian kiri saja. Menurut para ahli, hal ini justru tidak baik. Manfaatkan kedua telinga Anda untuk meminimalisir radiasi yang terpancar.
Saat ini Badan Lingkungan Eropa telah mendorong untuk melakukan studi lebih lanjut. Namun tidak salahnya juga kan kita melakukan suatu langkah antisipasi ketimbang mengambil risiko di masa depan.
Inilah cara yang paling mudah untuk menangkal ancaman radiasi ponsel. Tentu saja, kita tidak bisa menolak untuk menerima panggilan telepon. Namun jika Anda masih khawatir, ada baiknya menggunakan headset. Intinya adalah telepon genggam Anda, tidak terlalu dekat dengan otak.
2. Kurangi Bluetooth dan Headset Wireless
Menggunakan headset bisa menjadi pilihan untuk mengurangi radiasi ponsel. Namun ingat, pilih headset yang konvensional alias yang masih menggunakan kabel untuk terhubung dengan ponsel. Jangan menggunakan headset wireless. Fitur bluetooth di ponsel juga jangan terus menerus diaktifkan, gunakan seperlunya.
3. Speakerphone
Menggunakan speaker ketika bertelepon juga bisa menjadi pilihan. Namun tentu saja, ada rasa kurang nyaman ketika hal ini dilakukan di tempat publik. Tapi setidaknya, Anda tidak harus menempelkan ponsel di kepala ketika bertelepon. Jadi pilihan ini mungkin bisa digunakan ketika Anda tengah berada di tempat privat seperti di rumah.
4. Casing Penahan Radiasi
Kekhawatiran radiasi ponsel belakangan memunculkan casing berkemampuan khusus yang diklaim bisa meminimalisir hantaran radiasi yang berasal dari ponsel. Jika dirasa diperlukan, mungkin Anda bisa mencarinya di pertokoan.
5. Sudut Ruangan
Hindari menerima telepon di sudut ruangan. Sudut ruangan yang biasanya sepi namun di sisi lain terkadang juga menjadi tempat di mana sinyal telepon menjadi lemah. Nah, sinyal yang lemah justru dikatakan memicu radiasi yang lebih tinggi. Hal ini berlaku pula di area yang sempit/kecil seperti lift.
6. Jangan Selalu Menempel
Ponsel yang Anda gunakan boleh saja menjadi gadget kesayangan, namun untuk kesehatan yang lebih baik, ada baiknya Anda jangan selalu nempel dengan ponsel tersebut. Ponsel yang tidak digunakan direkomendasikan ditaruh di tas atau di atas meja. Hal ini dikatakan lebih baik ketimbang ditempatkan di kantong celana.
7. Diam Kala Menelpon
Ketika menerima telepon sebaiknya Anda tidak berjalan-jalan. Pasalnya, dalam keadaan bergerak maka sinyal ponsel akan terus mencari pancaran sinyal yang kuat dari base transceiver station (BTS). Aktivitas ini justru akan menguatkan radiasi.
8. Gunakan Dua Telinga
Hindari penggunaan satu bagian telinga ketika bertelepon. Misalnya, selalu menerima telepon dengan telinga bagian kiri saja. Menurut para ahli, hal ini justru tidak baik. Manfaatkan kedua telinga Anda untuk meminimalisir radiasi yang terpancar.
Saat ini Badan Lingkungan Eropa telah mendorong untuk melakukan studi lebih lanjut. Namun tidak salahnya juga kan kita melakukan suatu langkah antisipasi ketimbang mengambil risiko di masa depan.
Selasa, 23 Oktober 2012
Cara Melihat Aura Dalam Diri Manusia
Setiap manusia punya aura yang merupakan salah satu cermin sifat tersembunyi manusia. Aura juga merupakan warna mood kita,sehingga kalau kita bermood jelek,maka aura akan berwarna gelap. Orang yang memiliki aura yang terang dan positif,akan memberikan pengaruh ke lingkungan sekitar dia berada. Keberadaannya akan membuat mood orang yang jelek berubah menjadi lebih baik. Jadi,sebenarnya bagaimana caranya melihat aura manusia?
Keuntungan kita bisa melihat aura orang lain adalah kita bisa menghindari orang yang jahat berdasar warna auranya. Hal ini tentu merupakan teknik khusus yang berguna bagi kita yang ingin hidup damai.
Untuk melihat aura orang lain,kita harus bisa terbiasa melihat aura kita sendiri. Ketika kemampuan kita melihat aura diri menjadi sedemikian kuat,maka kita bisa menggunakannya untuk melihat aura orang lain. Latihan yang sabar dan tekun adalah kunci untuk bisa menjadi "manusia sensor aura".
Dari sekian banyak teknik melihat aura yang beredar di internet,inilah sebagian kecil yang katanya berhasil. 1. Siapkan cermin dan redupkan lampu di tempat latihanmu. Kalau di dalam kamar tidak ada lampu redup,silahkan gunakan plastik kresek untuk menutup lampu sehingga redup.
2. Tarik nafas yang dalam dan tahan selama 3 hitungan,kemudian hembuskan.
3. Gerak-gerakkan badan sesuka hati,yang intinya membuat kamu rileks tetapi dalam keadaan berdiri.
4. Tatap bayanganmu di cermin sambil terus bergerak dan bernafas dengan rileks.
5. Lihat di sekitar kepalamu,biasanya di sekitar dahi dan ubun-ubun. Perhatikan dengan seksama sambil tetap rileks.
6. Ketika mata batin sedikit terbuka,maka akan terlihat warna di sekitar kepalamu. Inilah warna auramu. Kalau sudah terlihat,jangan terkejut atau langsung senang. Cobalah tetap rileks dan perhatikan warna tersebut.
2. Tarik nafas yang dalam dan tahan selama 3 hitungan,kemudian hembuskan.
3. Gerak-gerakkan badan sesuka hati,yang intinya membuat kamu rileks tetapi dalam keadaan berdiri.
4. Tatap bayanganmu di cermin sambil terus bergerak dan bernafas dengan rileks.
5. Lihat di sekitar kepalamu,biasanya di sekitar dahi dan ubun-ubun. Perhatikan dengan seksama sambil tetap rileks.
6. Ketika mata batin sedikit terbuka,maka akan terlihat warna di sekitar kepalamu. Inilah warna auramu. Kalau sudah terlihat,jangan terkejut atau langsung senang. Cobalah tetap rileks dan perhatikan warna tersebut.
Ketika mata batin kita menjadi terbuka secara "garis penglihat aura" dan terbiasa,maka kita bisa melihat aura orang lain bahkan ditempat terang. Yang perlu ditingkatkan setiap kali latihan melihat aura adalah konsentrasi kita. Cobalah berusaha konsentrasi walaupun situasi terkadang tidak mendukung. Selamat mencoba.
Langganan:
Komentar (Atom)







